Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Serahkan pada TAKUMI

Dari dulu saya sudah jatuh cinta dengan Jepang, sampai saya pernah punya impian suatu saat saya akan menginjakan kaki di negeri Sakura ( sebagai sebutan lain dari negara Jepang ) dan ternyata Alhamdulillah di tahun lalu hal itu terwujud ( ini cerita saya  mengunjungi satu kota  yang sangat terkenal di Jepang  selengkapnya ).

Kalau saya bicara tentang jepang, yang terlintas dikepala adalah  negara maju, teknologi tinggi, efisiensi , simple dan unik *hehehe , kenapa saya bilang seperti itu, kalau kita bisa lihat banyak banget produk jepang yang ada di Indonesia dan bisa dibilang produknya sangat berkualitas, bentuknya juga ga aneh - aneh sangat simple, kebetulan saya juga paling suka sama produk yang praktis dan simpel :)

Sakitku, sebuah Tanda Sayang-Nya

Hampir 3 minggu, kondisi tubuh ga sehat, sudah 3 dokter di datangi sampai semua obat resep dokter tersebut habis, tetap gak sembuh juga, sampai pada dokter ke 4 dimana aku harus cek darah dan ternyata penyakit lama kambuh lagi.

disarankan harus bedrest yang cukup lama, membosankan tapi apa daya, itu satu"nya cara jika ingin cepat sehat.
Sering kali suka kesal klo tubuh ini droop, karena satu! ga bisa beraktivitas terutama jika sedang banyak kerjaan *tepok jidat, semua jadi tertunda.


Namun disadari lagi, semua keadaan dan kejadian pasti ada hikmahnya, mungkin dengan sakit.. itu cara Tuhan menegur kita, dengan sakit di ingatkan melalui perantara dokter untuk istirahat :)
Berarti Kalau kita di tegur, tandanya kita diperhatikan bukan di intimidasi atau di salahkan, tapi di ingatkan atas kesalahan kita, bersyukurlah kalau Tuhan masih menegur kita, itu berarti iya masih sayang dengan Mahluk-Nya.
dalam surat Al Israa’ 82 : “Wa nunazzilu minal-Qur’aani ma huwa syifaa’uw wa rahmatul lil-m…

Dia & Aku

15 februari 2014, di sabtu pagi yang mendung, berharap tidak akan turun hujan, moment terpenting buatku dan dia, seperti mimpi saja akan bersanding hidup denganya, Ini langkah awal bagi kita berdua menuju jenjang yang lebih serius untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Raut wajah yang tegang disertai keringat dingin terlihat dari dia saat menjalani prosesi lamaran, aku tersenyum geli melihatnya dari balik tirai jendela, sampai pada saat "penyematan  cincin" dijari manisku dan dia, semua terasa lega dan mengucap syukur serta doa.